{"id":11591,"date":"2020-09-23T09:23:02","date_gmt":"2020-09-23T09:23:02","guid":{"rendered":"https:\/\/old.icc-jakarta.com\/?p=11591"},"modified":"2020-09-23T09:23:02","modified_gmt":"2020-09-23T09:23:02","slug":"syiah-dimata-ahlu-sunnah-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/syiah-dimata-ahlu-sunnah-1\/","title":{"rendered":"Syiah dimata Ahlu Sunnah 1"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>ICC Jakarta<\/strong> &#8211; Mentari hidayah Islam terbit dari tempat ini pada saat risalah terputus dan manusia tersesat, perbedaan pendapat atas dorongan hawa nafsu dan syahwat, terzaliminya kaum lemah oleh kaum kuat, tertindasnya rakyat oleh penguasa jahat, merebaknya kekuatan perusak yang menyebabkan kelemahan dan perpecahan hingga kejatuhan ke dalam jurang kehinaan. Akibatnya, manusia sebagai makhluk berakal jatuh ke derajat binatang, urusan menjadi kacau, keseimbangannya terganggu, dan ilmu tergantung di tepi jurang neraka dan kehancuran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika mentari terang ini terbit,\ndengannya Allah menyerakkan awan kegelapan yang pekat dan menghidupkan hati\nyang mati. Dia jadikan cahaya berkilaunya menguasai setiap sektor kehidupan.\nDengannya Dia menyatukan pihak-pihak yang berselisih, mendamaikan\nkelompok-kelompok yang saling bermusuhan, meredakan permusuhan yang\nmenggerogoti kekuatan, dan mencerabut dendam kesumat yang menihilkan bakat serta\nmerusak akal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiba-tiba ada umat yang tumbuh belia,\nbersatu padu dan saling menolong, yang di kanannya terkibar panji reformasi dunia dalam akidah, syariat,\ntatanan, pengetahuan, dan akhlak. Untuk pertama kalinya umat ini menyatakan hak\nmanusia untuk hidup sebagaimana mereka diciptakan Allah taala, hak berpikir\nuntuk bergerak bebas dalam penjuru alam semesta\u2014untuk memikirkan, menyelidiki,\ndan meneliti hingga menarik kesimpulan dan menghasilkan hukum, juga hak\nmasyarakat untuk mendapatkan rasa aman, ketenteraman, dan ketenangan. Kaum\nmuslim mulai membawa panji\nini dan menyebarkan risalahnya hingga di hadapan mereka terbuka pintu-pintu\nalam semesta dan mereka menciptakan peradaban-peradaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kecendekiaan mereka tergambar\nbudaya-budaya,\nsebagaimana dalam hisapan lebah tergambar bunga-bunga tanaman dan sari buah-buahan. Dengan berbekal al-Quran mereka masuki\nsetiap pintu dan dengan sunah\nyang suci mereka perjelas segala yang samar. Akal mereka jernih dan hati mereka\nbersih sehingga sangkaan dan khurafat tidak bercampur dengan yang pertama,\nkedengkian dan keirihatian tidak merusak yang kedua. Dalam hal pengetahuan dan\npemikiran, mereka adalah pemandu dan pembimbing, dalam hal kerja sama dan\nsaling menolong, mereka adalah model utama bagi orang-orang bertakwa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia berdiri menatap mereka dalam\nketakjuban dan keheranan. Para pemangku kekuasaan dan pemimpin tiran di muka bumi merasa terguncang\ndan bergetar karena mereka. Pendukung kebatilan dan pelaku kerusakan menyadari\nbahwa ada satu kekuatan yang tidak bisa dilawan, yang akan mengguncang\nsinggasana dan merobohkan bangunan mereka. Nasib mereka di hadapan kekuatan ini\nadalah terkalahkan dan terusir atau tertundukkan dan terlantar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya kaum muslim bersatu,\ntidak tercerai-berai. Prinsip dan jalan mereka satu. Perbedaan hanya terjadi\ndalam penerapan. Jika dimaklumi terjadinya perbedaan di tengah kaum muslim\ndalam fikih dan furuk sehingga ada mazhab Hanafi, Maliki, Hanbali, Syafi\u2019i,\nZaidi, dan Imamiyah, dan pada masa ini Allah menghilangkan permusuhan dan\nkebencian di antara mereka, mengapa tidak bisa dimaklumi adanya sedikit\nperbedaan dalam hal-hal yang berada di luar prinsip-prinsip yang disepakati\nini, yaitu berbagai bentuk pengetahuan hasil pemikiran yang bukan merupakan\nbagian dari akidah?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tampak jelas bagi pembaca bijaksana apa\nyang dialami umat Islam pada masa kini, yaitu munculnya gelombang teror dan <em>takfir <\/em>(menilai pihak lain sebagai\nkafir) melalui cara-cara yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip Islam,\nnorma-norma kemanusiaan, dan nilai-nilai keadilan antarbangsa. Dari sini,\nkajian khas dari peneliti, Profesor Muhammad Sa\u2019idi, adalah seputar sudut\npandang para pemuka, pemikir, dan peneliti Ahlusunnah tentang Syi\u2019ah. Mengingat pentingnya subjek ini, Ayatullah Syekh Muhsin Araki\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menitipkan tugas ini kepada Profesor Muhammad Sa\u2019idi sehingga beliau melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengingat kajian ini sangat penting, kami usulkan\nuntuk diterbitkan sebagai suatu bentuk khidmat terhadap Islam dan kaum muslim.\nOleh karena itu, kami ucapkan terima kasih kepada penulis seraya berharap umat\nIslam mendapatkan perlindungan, kemajuan, dan keamanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis : Doktor Syekh Muhammad Husain Mukhtari<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Al-Markaz al-\u2018Ali li al-Dirasat al-Taqribiyyah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Mentari hidayah Islam terbit dari tempat ini pada saat risalah terputus dan manusia tersesat, perbedaan pendapat atas dorongan hawa nafsu dan syahwat, terzaliminya kaum lemah oleh kaum kuat, tertindasnya rakyat oleh penguasa jahat, merebaknya kekuatan perusak yang menyebabkan kelemahan dan perpecahan hingga kejatuhan ke dalam jurang kehinaan. Akibatnya, manusia sebagai makhluk berakal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11592,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-11591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mengenal-syiah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11591"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11591\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}