{"id":11594,"date":"2020-09-23T09:25:05","date_gmt":"2020-09-23T09:25:05","guid":{"rendered":"https:\/\/old.icc-jakarta.com\/?p=11594"},"modified":"2020-09-23T09:25:05","modified_gmt":"2020-09-23T09:25:05","slug":"syiah-dimata-ahlu-sunnah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/syiah-dimata-ahlu-sunnah-2\/","title":{"rendered":"Syiah dimata Ahlu Sunnah 2"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>ICC Jakarta <\/strong>&#8211; Fenomena <em>takfir<\/em> dipandang sebagai satu fenomena berbahaya yang mengancam eksistensi umat Islam. Ada beberapa masa dalam sejarah Islam yang memperlihatkan munculnya kelompok-kelompok yang menjadikan slogan \u201cmengafirkan kaum muslim\u201d sebagai metode dalam dakwahnya dan mereka menyerukan hal tersebut kepada masyarakat. Mereka berdalih, seruan mengafirkan tersebut sebagai upaya untuk melindungi, menyelamatkan, dan menjaga akidah dari setiap bentuk penyimpangan dan perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan kaidah \u201csetiap orang merasa\nbenar\u201d\u2014yaitu prinsip yang merusak pada sebagian besar masa\u2014muncullah kelompok-kelompok\nekstrem ini yang mengafirkan setiap orang yang tidak mengikuti kelompok mereka,\ntidak mengatakan seperti apa yang dikatakan mereka, dan tidak beramal sesuai dengan\nketentuan mereka. Mereka menilai kafir kelompok-kelompok, mazhab-mazhab,\naliran-aliran pemikiran modern,\npara hakim, bangsa-bangsa, dan sistem-sistem yang tidak sejalan dengan mereka. Bahkan, mereka mengafirkan orang-orang karena\nmelakukan suatu dosa, seperti yang dilakukan kelompok Khawarij.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada juga kelompok-kelompok yang\nmengafirkan masyarakat muslim seluruhnya dengan alasan karena mereka setuju\ndengan hukum jahiliah dan pemerintahan tagut serta tidak berusaha untuk\nmengubah sistem yang berlaku di negeri-negeri Islam. Gelombang <em>takfir<\/em>\nini semakin kuat pada masa sekarang. Ia berdiri tegak serta mengancam,\nmembunuh, menghancurkan, merampas, mencuri, dan mengebom. Semua itu dilakukan\natas nama Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para penulis menulis, para filsuf\nmembahas, orang-orang saleh memberi nasihat, para ulama akhlak dan pemuka\nmasyarakat berusaha sungguh-sungguh menjelaskan penyakit ini dan cara\nmengatasinya. Namun, apakah hal itu manjur? Apakah penyakit itu kemudian sembuh\natau kian\nparah? Apakah hal itu dapat mengekang nafsu dan ada pengaruhnya terhadap\nperbaikan? Apakah kondisi manusia berubah dari tabiat asli dan takdir asalnya?\nBukankah jiwa-jiwa ini, setelah sikapnya yang melewati batas, masih saja saling\nlempar dalam cerobong-cerobong udara?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita\nlihat, pernahkah\nsehari saja bumi ini kering dari hujan darah manusia yang ditumpahkan sia-sia\noleh manusia terhadap saudaranya\nsesama manusia, dicabik-cabik sabit permusuhan manusia terhadap manusia? Berapa\nsering Anda mendengar pembicaraan tentang upaya menciptakan kedamaian di bumi\nIslam dan konferensi-konferensi tentang persatuan melawan teror? Apakah Anda\nmendapati itu semua seakan-akan hanya gelombang-gelombang\ndi udara, seakan-akan lukisan di atas air?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah tokoh-tokoh agama dan para\npemuka mazhab berlapang dada membawa masyarakat ke arah toleransi agama, keadilan\nIlahi, jalan keteladanan, dan sunah lurus yang tidak tampak adanya kebengkokan\ndan penyimpangan? Apakah mereka mampu membujuk sebagian orang bahwa semua agama\ntidak memperkenankan kebinasaan dalam fanatisme, ambisi untuk menghancurkan,\ntunduk pada kezaliman, akhlak buruk dan kekejian, saling tinju dan saling\nmencerca, yang setiap orang menyakiti saudaranya, merusak syariat-syariat dan\nsyiar-syiarnya yang suci, apalagi jiwa, harta, dan kehormatannya? Maka,\nbagaimana dengan Islam? Bagaimana dengan seorang muslim terhadap saudaranya\nsesama muslim? Bahkan, kita lihat sebagian orang yang disebut pemikir agama\njustru ikut menyalakan api fitnah, menambah kayu bakar pada bara api,\nmengafirkan si ini, si itu, kelompok ini, kelompok itu, dengan cara-cara yang\ntidak diridai Islam, bahkan tidak diridai kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puncaknya, jika saja kita mau merujuk,\njangankan pada substansi agama kita, pada tepian dan pinggirannya sekalipun tidak\nkita temukan satu dalil pun yang membolehkan sebagian mereka melakukan tindakan\ntersebut kepada sebagian yang lain. Apalagi dengan keseluruhannya. Siapa yang\ntidak tahu bahwa tidak ada dalam agama Islam dalil yang membolehkan menyakiti\norang yang mengucapkan dua kalimat syahadat dan melaksanakan rukun-rukun Islam,\napalagi membunuhnya, menumpahkan darahnya, merampas hartanya, dan merusak\nkehormatannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan dari seluruh tulisan ini adalah\nuntuk menyadarkan kita bahwa kejahatan telah demikian memuncak di wilayah Islam\nsehingga sudah mencapai taraf melampaui batas. Hasutan tidak lagi terbatas pada celaan dalam buku-buku, artikel-artikel,\ndan media massa. Setiap orang merusak kehormatan mazhab lain, bahkan melampaui\nbatas hingga seperti apa yang Anda dengar dan lihat setiap hari, yaitu darah yang\nditumpahkan, kehormatan yang dinodai, bangunan yang dirobohkan, kehidupan yang\ndirusak, dan setiap hal yang membuat kulit manusia merinding, menusuk relung\nbatin, dan menimbulkan jeritan kepada Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak yang\nlebih besar dari keadaan ini adalah pandangan dunia dan agama-agama lain\nterhadap Islam itu sendiri. Seakan-akan Islam adalah agama keji. Padahal, Islam sendiri berlepas diri dari\nfanatisme dan justru Islam yang sebenarnya menyerukan toleransi, saling kasih, saling\nsayang, menyebarkan spirit kasih sayang kepada setiap bangsa, dan ia bersama dengan kelompok mana pun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tampak jelas semua itu berpangkal dari\nkepentingan politik dan hegemoni internasional yang membentangkan tali-temalinya\nuntuk memangsa, memecah belah, dan mencerai-beraikan\nkita. Menyibukkan sebagian kita dengan sebagian yang lain sehingga lupa pada\nmasalah substansial serta keburukan rupa Islam dan penganutnya di mata semua\nagama dan negeri lain. Bahkan,\nhampir-hampir kekuatan itu mencapai tujuan dan menggapai harapannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sinilah muncul pentingnya membahas\nmasalah Islam ahlikiblat serta kriteria-kriteria keislaman dan kekafiran\nsehingga kita mampu keluar dari jaring laba-laba setan yang dipasang untuk\nkita. Dari\nsini pula muncul ide untuk menulis buku ini yang\ndimaksudkan untuk menyingkap tirai dari pandangan para cendekiawan dan pemikir\nAhlusunnah tentang Syi\u2019ah dan apa-apa yang dikemukakan para cendekiawan\ntersebut, yaitu penghormatan dan kecintaan terhadap kelompok yang teraniaya\nini. Pun buku ini mengetengahkan beberapa fatwa bersama yang dikeluarkan\nterkait keislaman Syi\u2019ah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Fenomena takfir dipandang sebagai satu fenomena berbahaya yang mengancam eksistensi umat Islam. Ada beberapa masa dalam sejarah Islam yang memperlihatkan munculnya kelompok-kelompok yang menjadikan slogan \u201cmengafirkan kaum muslim\u201d sebagai metode dalam dakwahnya dan mereka menyerukan hal tersebut kepada masyarakat. Mereka berdalih, seruan mengafirkan tersebut sebagai upaya untuk melindungi, menyelamatkan, dan menjaga akidah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11592,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-11594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mengenal-syiah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11594"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11594\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}