{"id":12045,"date":"2021-01-05T04:45:05","date_gmt":"2021-01-05T04:45:05","guid":{"rendered":"https:\/\/old.icc-jakarta.com\/?p=12045"},"modified":"2021-01-05T04:45:05","modified_gmt":"2021-01-05T04:45:05","slug":"melihat-tanda-tanda-kebesaran-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/melihat-tanda-tanda-kebesaran-allah\/","title":{"rendered":"Khutbah ke-153, Melihat Tanda-tanda Kebesaran Allah Swt"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Allah memerintahkan kita untuk melihat ciptaan-ciptaan-Nya baik langit, bumi ataupun juga keajaiban-keajaiban yang ada di alam penciptaan ini. Allah berfirman, <em>afal\u0101 yan\u1e93ur\u1ee5na ilal-ibili kaifa khuliqat, <\/em>\u201cMaka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan (88: 17).\u201d Apakah mereka tidak melihat bagaimana Allah menciptakan unta? Apakah mereka tidak melihat bagaimana Allah menciptakan langit, menciptakan bumi, dan menciptakan segala hal? Agar orang dapat&nbsp; melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan penciptaan-Nya sehingga pengetahuan tentang Allah yang ada pada dirinya akan semakin dalam dan luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan dua contoh\ndari makhluk-makhluk yang ada dan rahasia-rahasia yang ada pada makhluk\ntersebut. Lalu\nkita ingin melihat apakah alam bisa menciptakan hal-hal tersebut ataukah ada\npencipta yang Mahakuasa\ndan Maha Mengetahui yaitu Allah yang telah menciptakannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua makhluk yang ingin saya sampaikan pada kesempatan\nini adalah satu makhluk yang terbang di langit angkasa dan yang satu makhluk\nadalah makhluk yang ada di bumi. Yang pertama adalah makhluk yang terbang\ndengan segala keajaiban yang ia bawa. Ia terbang\ndi malam hari bukan di siang hari. Saat semua mata tidak melihat justru ia bisa terbang\ndengan bebas yaitu makhluk yang kita sebut dengan kelelawar. Kelelawar akan\nterbang dengan kecepatan yang sedemikian cepat seperti kecepatan burung-burung\ndi siang hari,\npadahal ia terbang di kegelapan malam untuk makan dan menyambung hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seandainya kita bayangkan kelelawar kita lepas di\nsebuah terowongan yang gelap dan di terowongan itu ada pipa yang gelap, yang mana bentuknya pipa atau terowongan itu penuh\ndengan lika-liku. Kita\nlepaskan ia, ia akan\nterbang dengan kecepatan seperti biasa ia terbang tanpa pernah sedikitpun ia menyenggol\nke kanan atau ke kiri. Keajaiban yang ada pada kelelawar ini bisa kita lihat. Kelelawar bisa melihat dan bisa mendeteksi di depan ada apa, di samping ada apa, sehingga dia tidak tertabrak oleh apa pun juga. Ada suatu alat yang bisa ditemukan pada diri kelelawar\nyang alat itu jika kita bicarakan dengan bahasa teknologi zaman ini kita\nmenyebutnya dengan sebutan radar. Supaya kita lebih tahu bagaimana kelelawar\nbisa mendeteksi apa yang ada di hadapannya dan di sampingnya, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu yang\ndisebut dengan radar dan apa kerja dari pada radar itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ilmu fisika dikatakan bahwa ada suara-suara di\nsekeliling kita yang sedemikian banyak rupanya dan telinga kita yang biasa\ntidak bisa mendengar suara-suara tersebut. Ketika gelombang suara itu membentur\nsebuah benda maka ia akan memantulkan dan mengembalikan suara itu ke pusat yang\ndisebut dengan radar. Kemudian akan terdeteksi bahwa di sebelah sana ada\nsesuatu, karena\nitu kita melihat bagaimana radar bisa mendeteksi pesawat yang muncul dengan\nmenggunakan sistem gelombang suara tersebut. Pesawat-pesawat dan kapal-kapal\nyang kita kenal di zaman ini mereka semuanya menggunakan sistem radar seperti\nini. Para ilmuwan mengatakan bahwa semacam radar ini, bisa kita temukan pada diri kelelawar dan tentunya\nradar yang ada pada kelelawar jauh lebih canggih daripada radar buatan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kelelawar akan bergerak ia melemparkan lebih dahulu\ngelombang suara ketika gelombang itu membentur sesuatu maka akan kembali\nkepadanya,\ndan ia akan tahu bahwa di depannya ada benda. Bagaimana kelelawar bisa\nmelemparkan gelombang suara tersebut? Dikatakan bahwasanya dari tenggorokannya\nia akan mengeluarkan gelombang suara tersebut kemudian ketika terpantul, maka pantulan itu akan kembali kepada telinganya dan\ndi situlah ia bisa menyadari adanya sesuatu di depannya tanpa perlu menggunakan\nmata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beginilah cara kerja kelelawar ketika ia akan bergerak\natau ketika ia akan mencari makanannya, ia mengirimkan gelombang suara lalu akan mencerna apa\nyang dihasilkan oleh gelombang suara itu dengan telinganya. Karena itu, bisa\ndikatakan di antara organ yang paling vital bagi kelelawar adalah\ntenggorokannya dan telinganya. Ilmuwan Rusia mengatakan bahwasanya seandainya\nmata dari kelelawar itu dilukai, kelelawar itu akan tetap bisa bergerak. Kelelawar\nbaru akan tidak bergerak ketika yang dilukai adalah tenggorokannya dan\ntelinganya. Pertanyaannya, siapakah yang memberikan organ yang seperti ini\nkepada kelelawar? Siapakah\nyang mengajari kelelawar untuk menggunakan alat itu yang ada pada organ\ntubuhnya dan siapa yang mengajari kelelawar supaya dia bisa mendeteksi lawan\nmusuh dan makanannya dengan cara seperti itu. Mungkinkah alam yang buta ini\nyang menciptakan organ-organ tersebut dan mengajarinya kepada kelelawar?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amirul Mukminin as dalam salah satu khotbah <em>N<\/em><em>ahj al-<\/em><em>B<\/em><em>alaghah<\/em> menceritakan tentang kelelawar dan mengatakan bahwa\ngelapnya malam tidak akan pernah bisa mencegah kelelawar untuk bergerak. Mahasuci Allah yang telah menciptakan makhluk semacam\nini tanpa ada model sebelumnya. Tidak ada satu pun yang bisa menciptakan\nmakhluk yang sedemikian menakjubkan ini selain Allah yang Mahamampu dan Mahakuasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh kedua\u2014supaya kita bisa memiliki pengetahuan\nyang lebih mengenal Allah dengan lebih dalam\u2014adalah kalau kita mengkaji\nhubungan yang ada dan harmoni antara bunga-bunga dengan serangga-serangga. Kalau\nAnda pernah melemparkan pandangan ke kebun yang dipenuhi dengan bunga-bunga,\nAnda akan menyaksikan bahwa bunga-bunga dengan segala\nkeindahannya itu dikelilingi oleh serangga-serangga dan hewan-hewan kecil yang\nbeterbangan atau tidak berterbangan di sekelilingnya, yang berwarna-warni yang sedemikian menakjubkan. Serangga-serangga\nitulah yang sibuk dengan aktivitasnya merangkai bunga-bunga seakan-akan kita\nbisa melihat sebuah pertunjukan yang diskenario oleh orang sutradara di baliknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita lihat betapa serangga-serangga mendekati satu\nbunga lalu kemudian menggesek-gesekkan tubuhnya ke bunga-bunga tersebut,\nkemudian ia akan berpindah ke bunga yang lain dan\nmemberikan apa yang ia gesekkan dari bunga yang sebelumnya ke bunga yang lain. Serangga-serangga\natau bahkan kupu-kupu yang kita lihat yang beterbangan atau bergerak di sekitar\nbunga-bunga itu mereka tidak akan bergerak kecuali ada perintah. Mereka tidak melakukan tindakan-tindakan yang sia-sia. Profesor Barton mengatakan bahwa jika tidak ada\nserangga-serangga dan jika tidak ada kupu-kupu yang kita simak penjelasannya,\nmaka tidak akan ada rumah di dunia ini yang bisa\nmenjadi tempat untuk sajian buah-buahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan bisa kita katakan jika tidak ada\nserangga-serangga itu, kita tidak akan pernah memiliki sayur-sayuran, tidak akan memiliki tumbuh-tumbuhan di alam kehidupan\nkita. Hijau-hijauan pohon-pohonan yang kita lihat di\nalam ini akan sirna tanpa ada serangga. Saat kita\nmelihat kupu-kupu hinggap di satu pohon atau satu bunga berpindah ke bunga, ke\npohon yang lain,\nketahuilah bahwa mereka melakukan ini adalah karena menjalankan perintah dari\nsang Mahakuasa\nuntuk suatu proses yang diinginkan oleh Allah. Menurut para ilmuwan\ntumbuh-tumbuhan apa pun juga ada jenis jantan dan ada jenis betinanya. Tumbuh-tumbuhan\nakan melanjutkan kehidupannya dan memiliki generasi-generasi selanjutnya jika\nterjadi proses perkawinan di antaranya. Benih dari yang jantan harus\ndipindahkan ke sel telur dari betina supaya akan muncul generasi yang\nberikutnya dari tanaman-tanaman itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada satu hal yang menarik dari proses ini. Bunga-bunga\nitu untuk proses\npertumbuhannya dan proses generasinya membutuhkan adanya serangga. Bagaimana supaya serangga itu mau datang kepadanya, bunga-bunga itu akan mewarna dirinya dengan\nwarna-warna yang indah; akan memunculkan aroma-aroma yang semerbak; akan\nmemunculkan rasa-rasa yang enak supaya serangga-serangga itu mau hingga dan mau\nmendekat kepadanya. Ibaratnya seperti satu pihak yang ingin menarik perhatian\npihak yang lain,\nia akan menghiasi dirinya secantik mungkin dan dengan menebarkan aroma sewangi\nmungkin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kupu-kupu, misalnya, hinggap di satu bunga dan\nia tertarik dengan keindahan warna bunga atau aroma yang disebarkan oleh sebuah\nbunga, ia akan\nhinggap di situ lalu ketika ia akan terbang dari situ ia melirik ada bunga lain\nyang menawarkan aroma yang bisa menarik perhatiannya atau warna yang menarik\nperhatiannya. Seakan-akan\nia memanggil, \u201cWahai kupu-kupu, datanglah kepadaku,\u201d karena bunga yang kedua membutuhkan serbuk-serbuk\nyang telah diambil oleh kupu-kupu itu dari bunga yang sebelumnya. Demikianlah\nterjadinya proses persilangan dan perkawinan dalam kehidupan tumbuh-tumbuhan\ndan tanaman-tanaman yang menghasilkan buah-buahan, yang menghasilkan\nbunga-bunga yang berwarna-warni yang kita manusia bisa menikmatinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara sekian jenis serangga, ada serangga yang ketika hinggap di suatu bunga, ia\nakan memanfaatkan bunga yang dihinggapinya semaksimal mungkin. Ia akan memakan apa\npun juga yang bisa ditemukan di bunga itu sampai kemudian ia, karena\nkekenyangan,\nia akan membuang apa yang perlu dibuang seperti misalnya lebah. Kita lihat adalah jenis serangga yang sedemikian lalu\nketika ia harus membuang apa yang mesti dibuang, yang dibuang adalah sesuatu\nyang bermanfaat untuk umat manusia yaitu madu, yang kita rasakan dan kita nikmati dan mengandung\nobat di dalamnya. Ketika orang melihat dengan saksama hubungan antara\nbunga-bunga, tumbuh-tumbuhan dengan serangga-serangga dengan kupu-kupu, orang akan bertanya, \u201cSedemikian indahnya fenomena\nalam ini, siapakah yang berada di baliknya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika bunga-bunga itu tidak menampakkan keindahan pada\ndirinya,\nserangga ataupun kupu-kupu tidak akan pernah hinggap di bunga tersebut. Kupu-kupu\njuga tidak akan hinggap jika bunga-bunga tersebut tidak menawarkan rasa yang\nmanis, yang bisa dinikmati oleh serangga-serangga tersebut. Jika\nserangga-serangga itu tidak tertarik untuk hinggap di bunga-bunga, maka tidak\nakan pernah terjadi proses persemaian yang merupakan perkawinan di antara\ntumbuh-tumbuhan,\ndan jika itu yang terjadi, maka tidak akan lagi ada buah-buahan di meja-meja\nkita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manusia juga memikirkan fenomena ini pasti akan sampai\npada kesimpulan bahwa ini tidak mungkin tercipta secara tiba-tiba dan tanpa ada\nyang menciptakan. Dalam surah al-Nahl ayat 68 dan 69 Allah\nberfirman: <em>Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: &#8220;Buatlah sarang-sarang di\nbukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,<\/em><em> <\/em><em>kemudian\nmakanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang\ntelah dimudahkan (bagimu).<\/em><em>\u201d<\/em> Karena itu, bisa\nkita katakan bahwa semua buku yang ditulis berkenaan dengan fisika, kimia dan\nsemua hal yang mengungkap rahasia-rahasia alam layak disebut sebagai buku-buku\ntauhid dan buku akidah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat itulah dia mesti memikirkan apakah keajaiban,\nkeagungan, ketelitian dan keindahan yang bisa kita saksikan di alam, bukankah\nini menunjukkan adanya Pencipta yang Mahaagung, Pencipta yang Maha Berkuasa dan mampu untuk menciptakannya. Karena itu,\nlayak bagi kita dan\nsudah seharusnya kita menjalin hubungan yang lebih baik dengan Allah yang\nmenciptakan semua keajaiban ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kelahiran\nIsa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan kalender tanggal 25 Desember menurut catatan bertepatan dengan\nhari Natal yang merupakan hari kelahiran Nabi Isa as. Walaupun kita bisa katakan bahwa sampai saat ini belum\nada bukti yang jelas dan kuat yang menunjukkan bahwasanya tanggal 25 Desember\nadalah hari kelahiran Nabi Isa as. Ditetapkannya tanggal 25 Desember sebagai\nhari kelahiran Nabi\nIsa adalah ketetapan yang dibuat ratusan tahun setelah zaman kehidupan Nabi Isa as. Hal itu tidak terlalu penting untuk\ndibicarakan. Yang paling penting adalah bahwa Nabi Isa as adalah salah seorang nabi utusan Allah yang\nlahir dari rahim seorang ibu tanpa melalui proses dari sulbi seorang ayah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah menyebut Nabi Isa as dengan sebutan kalimah dari Allah.\nDalam surah Ali Imran ayat 45 Allah berfirman kepada\nMaryam as, <em>&#8220;Hai Maryam, se<\/em><em>s<\/em><em>ungguhnya\nAllah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan)\ndengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam,\nseorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang\ndidekatkan (kepada Allah)<\/em><em>.\u201d <\/em>Wahai Maryam, Allah telah memberikan kabar gembira kepadamu akan kelahiran kalimah\ndari Allah, yang namanya adalah Isa putra Maryam. Dia akan menjadi manusia yang\nterhormat dalam kehidupannya di dunia dan kehidupannya di akhirat dan dia\nadalah orang yang memiliki kedudukan yang dekat dengan Allah. Nabi Isa as\nmemiliki sederet sifat dan karakter atau ciri-ciri yang mulia di antara\nsemuanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa hal yang layak untuk disimak.\nPertama, beliau dikenal sebagai orang yang zuhud;\nkedua, beliau dikenal sebagai orang yang sangat banyak\nberibadah. Nabi\nIsa as mengatakan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan dalam kitab <em>Bihar al-Anwar,<\/em> jilid 14 halaman 239, \u201cBahwa\nyang melayaniku dalam kehidupanku adalah kedua tanganku;\nyang menjadi kendaraanku dalam kepergianku adalah\nkedua kakiku; dan yang\nmenjadi tempat alasku dalam berbaring dan tidur adalah tanah;\nbantalku adalah batu. Aku akan menghangatkan tubuhku\ndi saat musim dingin dengan cahaya dan sinar matahari;\ndi malam hari ketika aku tidur, aku tidak memiliki apa-apa.\nKetika aku bangun pagi hari, aku tidak memiliki apa-apa.\nDi bumi ini tidak ada orang yang lebih kaya daripada aku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sangat menarik, ketika Nabi Isa menceritakan semua kehidupan yang penuh dengan\nkezuhudan. Akhirnya\nbeliau berkata, \u201cTidak ada di dunia ini yang paling kaya dari diriku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam salah satu riwayat, Imam Ali as menceritakan\ntentang Nabi\nIsa as dalam <em>Nahj al- Balaghah<\/em> dengan\nsifat yang kurang lebih seperti tadi yang diriwayatkan dalam kitab <em>Bihar al-Anwar. <\/em>Imam mengatakan bahwa Nabi Isa tidak memiliki sedikitpun harta di dunia yang\nbisa membuat dia sibuk dengan hartanya. Kita tahu bahwasanya orang selalu disibukkan dengan\nharta yang dimiliki. Semakin banyak orang memiliki harta, dia akan semakin\ndisibukkan oleh harta dan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Ali kemudian mengatakan bahwa \u201cNabi Isa tidak memiliki ketamakan dan kerakusan\nterhadap milik orang lain.\u201d Orang seringkali tidak memiliki apa-apa tapi matanya\nmelihat milik orang lain dan berharap bisa memiliki hal yang dimiliki oleh\norang lain. Kata Imam Ali bin Abi Thalib, Nabi Isa tidak memiliki rasa seperti itu. Berikutnya beliau mengatakan bahwasanya\ntunggangan Nabi Isa as adalah kedua kakinya. \u201cDengan kedua kakinya, dia ibaratnya memiliki tunggangan.\nKe mana saja dia pergi, dia menggunakan kedua kakinya. Dan yang melayani dia\nadalah kedua tangannya.\u201d Seringkali\norang ketika akan melakukan suatu pekerjaan, dia meminta pelayannya untuk\nmelakukan itu,\npadahal pelayannya menggunakan kedua tangan untuk melakukan apa-apa yang diminta. Mengapa menggunakan tangan orang lain? Bukankah kita memiliki tangan sendiri. Inilah yang dimiliki oleh Nabi Isa as sesuai apa yang dikatakan oleh Amirul Mukminin\nAli bin Abi Thalib.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sebuah riwayat dan hadis yang menarik sekali Nabi Isa as mengatakan suatu hal yang beberapa kali\ndisampaikan oleh para Imam kita. Dalam berbagai riwayat mereka, Nabi Isa mengatakan\nbahwasanya dunia ini ibaratnya jembatan, jembatan untuk dilalui. Jika Anda berada di jembatan, laluilah jembatan itu. Bukan\nkemudian Anda berdiam di jembatan itu dan membangun apa pun juga untuk jembatan\nitu.\nBeliau mengatakan, \u201cDunia itu jembatan, lewatilah jembatan itu. Bukan kalian akan tinggal di\nsitu dan memakmurkannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait dengan masalah ibadah,\nNabi Isa as mengatakan, \u201cSungguh beruntung orang yang\nmenjadikan malamnya tempat dia bertahajud dan beribadah kepada Allah. Merekalah orang-orang yang mewarisi cahaya yang kekal.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kita menginginkan cahaya ilahi yang kekal, yang selalu menerangi kehidupan kita dan semua\ntingkah laku kita dan seluk-beluk kehidupan kita, cara yang harus dilakukan\nadalah kita memanfaatkan sebagian dari malam untuk beribadah kepada Allah,\nmengingat Allah, beristigfar kepada Allah, memohon kepada Allah meminta\nkedekatan diri kepada-Nya.[] <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Naskah ini merupakan khotbah Jumat Direktur ICC Dr. Abdulmajid Hakimelahi, Jumat\u00a0 25 Desember 2020, di ICC, Jakarta. Ditranskrip dan disunting seperlunya oleh redaksi Buletin Nur al-Huda.<\/p>\n\n\n<p>[wad_recents category=&#8217;Khutbah Jumat&#8217; max=5]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Allah memerintahkan kita untuk melihat ciptaan-ciptaan-Nya baik langit, bumi ataupun juga keajaiban-keajaiban yang ada di alam penciptaan ini. Allah berfirman, afal\u0101 yan\u1e93ur\u1ee5na ilal-ibili kaifa khuliqat, \u201cMaka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan (88: 17).\u201d Apakah mereka tidak melihat bagaimana Allah menciptakan unta? Apakah mereka tidak melihat bagaimana Allah menciptakan langit, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12046,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-12045","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-khutbah-jumat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12045"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12045\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}