{"id":9201,"date":"2023-01-07T07:58:20","date_gmt":"2023-01-07T07:58:20","guid":{"rendered":"https:\/\/old.icc-jakarta.com\/?p=9201"},"modified":"2023-03-16T06:38:43","modified_gmt":"2023-03-16T06:38:43","slug":"untuk-apa-orang-berpuasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/untuk-apa-orang-berpuasa\/","title":{"rendered":"Untuk apa orang berpuasa?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ICC Jakarta &#8211; Bulan Ramadhan kembali tiba. Setiap Muslim dan Muslimah yang memenuhi syarat harus berpuasa. Setiap bulan Ramadhan setiap Muslim dan Muslimah harus berpuasa. Tolong Anda jelaskan apa saja yang menjadi kegunaan orang berpuasa. Pendeknya apa yang menjadi filsafat orang berpuasa? Ada sebuah nukilan riwayat dari Imam Ali yang menyebutkan tentang filsafat puasa. Katanya, \u201cPuasa itu untuk menguji keikhlasan dan ketulusan seorang hamba? Ikhlash adalah output personal puasa. Aspek sosialnya gimana? Terima kasih. \u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puasa dalam wujud manusia memiliki berbagai dimensi dan dampak yang begitu banyak, baik dari sisi materi maupun maknawi (spiritual), dan yang paling penting dari semua dimensi yang ada adalah dimensi akhlak dan pendidikannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di\nantara manfaat penting yang ada dalam puasa adalah melembutkan jiwa, menguatkan\nkehendak yang ada dalam diri, dan menyeimbangkan insting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang\nyang melakukan puasa, selain harus merasakan kelaparan dan kehausan dalam\nwujudnya, ia juga harus menutup matanya dari kelezatan dan kenikmatan biologis,\nserta membuktikan dengan amal bahwa ia tidaklah seperti hewan yang terkungkung\ndi dalam kandang dan rerumputan. Karena ia mampu menahan diri dari godaan nafsu\ndan lebih dominan dari hawa nafsu serta syahwatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada\nhakiatnya, fisafat terpenting puasa terletak pada dimensi ruhani dan maknawi.\nYaitu, seseorang yang memiliki seluruh ikhtiyar dan kewenangan dalam berbagai\nmacam makanan serta minuman, di mana setiap kali merasa lapar dan haus ia\nlangsung bisa menikmati apa yang diinginkannya. Keadaannya sebagaimana\npepohonan yang tumbuh menyandar di samping dinding yang terletak di pinggiran\nsebuah aliran air. Pepohonan semacam ini begitu lembut, kurang mampu bertahan\ndan sangat rentan terhadap serangan berbagai penyakit, serta tidak mempunyai\nkekuatan bertahan lama. Apabila beberapa hari saja akarnya tidak menyentuh\naliran air, pepohonan ini akan segera layu dan menjadi kering.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lain\nhalnya dengan pepohonan yang tumbuh di sela-sela bebatuan sahara atau yang\ntumbuh di tengah gunung tandus dan di jalanan yang gersang. Pepohonan yang\nbatang serta dahannya senantiasa dimanjakan oleh angin topan dan teriknya panas\nmatahari yang membakar serta dinginnya angin musim dingin, serta pepohonan yang\ntumbuh dengan segala kekurangan sejak masa dini pertumbuhannya ini,\nmenjadikannya sebagai sebatang pohon yang tegar, kuat, penuh kemandirian, dan\npantang menyerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikianlah\nhalnya dengan puasa. Ia mempengaruhi jiwa manusia seperti ini. Dan pada\nbatasan-batasan tertentu, ia akan memberikan pertahanan dan kekuatan kemauan\ndan daya dalam melawan segala peristiwa yang sulit. Ketika naluri liarnya telah\nterkontrol dengan baik, maka puasa ini akan memancarkan pula cahaya dan\nkejernihan di dalam kalbunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ringkasnya,\npuasa dapat memberikan lompatan yang menakjubkan dari alam hewani menuju ke\nalam malaikat. Al-Qur\u2019an berfirman, <em>\u201cSupaya Kamu bertakwa.\u201d<\/em> (QS.\nAl-Baqarah [2]: 183) Ayat ini menjelaskan filsafat diwajibkannya puasa yang\nmengisyaratkan pada kompleksitas hakikat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian\njuga, hadis masyhur \u201cPuasa merupakan perisaidalam menghadapi api\nneraka\u201d <sup>1<\/sup> mengisyaratkan pula tentang persoalan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam\nhadis yang lain, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s. bertanya kepada\nRasulallah saw., \u201cApa yang harus kita lakukan supaya setan menjauhi kita?\u201d\nRasulullah saw. bersabda, \u201cDengan berpuasa, wajah setan akan berubah menjadi\nhitam, infak di jalan Allah akan melobangi punggungnya, bersahabat karena Allah\ndan menjaga amal yang salih akan memotong ekornya, sedangkan beristighfar akan\nmemutuskan urat nadi kalbunya.\u201d<sup> 2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amirul\nMukminin Ali bin Abi Thalib a.s. dalam <em>Nahj al Bal\u00e2ghah<\/em> menjelaskan\nfilsafah ibadah. Berkenaan dengan puasa, beliau berkata; \u201cPuasa itu untuk\nmenguji keikhlasan seorang amba.\u201d<sup>3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian\njuga di hadis yang lain, Rasulallah saw. bersabda; \u201cSesungguhnya surga\nmempunyai sebuah pintu yang bernama <em>Rayy\u00e2n<\/em>.Tidak seorang pun yang\nmelewati pintu itu kecuali orang-orang yang berpuasa.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Almarhum\nShaduq r.a. dalam <em>Ma\u2018\u00e2n\u00ee Al-Akhb\u00e2r<\/em>-nya ketika menjelaskan hadis tersebut\nmenulis, \u201cLatar belakang pemilihan nama <em>Rayy\u00e2n<\/em> untuk salah satu pintu\nsurga ini adalah kesulitan yang biasanya dihadapi oleh orang-orang yang\nmelakukan puasa, yaitu rasa dahaga. Ketika orang-orang yang berpuasa memasuki\nsurga dan melewati pintu ini, mereka akan meneguk air minum yang ada di\ndalamnya, sehingga setelah itu mereka tidak akan pernah merasa kehausan lagi\nuntuk selamanya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pengaruh Sosial Puasa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Telah\njelas dan bukan merupakan suatu topik yang tersembunyi bahwa puasa merupakan\nsebuah pelajaran persamaan dan persaudaraan di antara individu masyarakat.\nDengan melakukan ajaran ini secara baik dan benar, orang-orang yang mampu\nsebagaimana para fakir miskin akan ikut merasakan bagaimana menikmati kelaparan\ndan juga dengan menghemat penggunaan makanan pada siang dan malam hari, mereka\nakan bisa bergegas untuk membantu para fakir miskin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentunya\nbisa saja terjadi, dengan hanya menceritakan keadaan orang-orang yang ditimpa\nkelaparan dan kekurangan ini, orang-orang yang mampu pun akan bisa memberikan\natensinya kepada mereka. Tetapi, apabila problem ini dimanifestasikan dalam\nbentuk praktis, ini akan memberikan kesan yang lebih dalam&nbsp; lagi. Puasa dengan ciri penting seperti ini\nakan memberikan warna intuitif dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, dalam\nhadis masyhur dari Imam Ash-Shadiq a.s. disebutkan bahwa Hisyam bin Hakam\nbertanya tentang sebab disyariatkannya puasa atas manusia. Beliau\nmenjawab&#8221; \u201cPuasa diwajibkan bagi manusia karena di dalamnya terdapat hak\npersamaan antara orang-orang fakir dengan oang-orang yang cukup. Hal ini\ndimaksudkan supaya orang-orang yang cukup bisa merasakan bagaimana rasa lapar,\nsehingga mereka mau memberikan haknya kepada yang fakir. Karena orang-orang\nyang cukup umumnya bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan, maka Allah Swt. menginginkan adanya persamaan di antara hamba-hamba\nNya, dan memberikan rasa lapar, lemas, kesakitan, dan kesulitan serta kepayahan\nkepada golongan yang cukup ini. Pada akhirnya di dalam kalbu-kalbu mereka akan\nterbentuk rasa iba dan belas kasih kepada orang-orang yang menderita\nkelaparan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya,\napabila negara-negara kaya di dunia ini melakukan puasa beberapa hari saja\ndalam setahun dan ikut merasakan rasa lapar, apakah mungkin kelaparan di dunia\nmasih&nbsp; ada?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan dan\nKesembuhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam\nilmu kedokteran masa kini dan masa lalu telah banyak bukti bahwa \u201c<em>ims\u00e2k<\/em>\u201d\n(menahan lapar) mempunyai pengaruh luar biasa yang tidak bisa dipungkiri dalam\npenyembuhan berbagai macam penyakit. Hanya sedikit para dokter yang tidak\nmenyinggung kenyataan ini dalam tulisan-tulisannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita\nmengetahui bahwa penyebab munculnya banyak penyakit adalah karena manusia\nberlebihan dalam menyantap beragam makanan, karena kelebihan bahan-bahan tidakbisa tercerna dengan baik di dalam pencernaannya, maka bahan ini akan\nmunculdalam bentuk lemak yang mengganggu bagian-bagian badan atau\nberubah menjadi lemak serta kelebihan gula yang tertinggal di dalam darah.\nBahan-bahan lebih ini berada di sela-sela urat badan, yang pada hakikatnya\nmerupakan lumpur berbau busuk yang sangat efektif sebagai lahan berkembang\nbiaknya berbagai macam mikroba dan penyakit-penyakit infeksi. Dalam keadaan\nini, jalan terbaik yang bisa dipergunakan untuk melawan penyakit tersebut\nadalah menghancurkan dan membersihkan lumpur barbau busuk tersebut dari badan dengan\ncara <em>ims\u00e2k<\/em> dan puasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puasa\nakan membakar sampah-sampah dan bahan-bahan lebih yang tidak dapat dicerna di\ndalam badan manusia. Pada dasarnya, dengan melakukan puasa akan terjadi\npembaharuan di dalam tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puasa,\nselain merupakan waktu istirahat bagi sistem pencernaan yang perlu mendapat\nperhatian, juga merupakan faktor berpengaruh besar dalam membantu kerja sistem\npencernaan. Dan mengingat bahwa sistem ini merupakan sebuah sistem yang paling\npeka di antara keseluruhan sistem yang ada di dalam tubuh manusia, sementara di\nsepanjang tahun senantiasa melakukan pekerjaan, istirahat sejenak bagi sistem\nini merupakan suatu hal yang lazim dan amat diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jelaslah\nkiranya, bahwa orang-orang yang melakukan puasanya sesuai dengan aturan yang\nada dalam Islam, tidak dibenarkan berlebih-lebihan dalam menyantap makanan\nketika berbuka puasa dan sahur, agar mereka memperoleh kesehatan maksimal. Jika\ntidak demikian, maka bisa jadi hasil yang muncul akan berlawanan dengan yang\nseharusnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alex\nSufrin, seorang ilmuwan Rusia, dalam bukunya menulis, \u201cPenyembuhan dengan cara\nberpuasa mempunyai manfaat yang khas untuk penyakit amnesia, diabetes, mata,\nlemah pernafasan, penyakit jamur yang kronis, luka dalam dan luar, TBC,\nhydropsy, rematik, kulit yang terkelupas, penyakit kulit, ginjal, liver, dan\npenyakit-penyakit lainnya. Tetapi, penyembuhan dengan cara berpuasa ini tidak\nhanya bermanfaat untuk penyakit-penyakit yang tertera di atas, bahkan\npenyakit-penyakit yang berhubungan langsung dengan jasmani manusia yang bercampur\ndengan sel-sel badan, seperti kanker, shiphlish, TBC, serta tipes pun bisa\ndisembuhkan dengan melakukan puasa\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam\nsebuah hadis masyhur, Rasulullah saw. bersabda, \u201cBerpuasalah supaya Kamu\nmenjadi sehat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam\nhadis terkenal lainnya tertulis, \u201dUsus besar merupakan sarang penyakit, dan\nmenahan makan merupakan obat paling utama.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Bulan Ramadhan kembali tiba. Setiap Muslim dan Muslimah yang memenuhi syarat harus berpuasa. Setiap bulan Ramadhan setiap Muslim dan Muslimah harus berpuasa. Tolong Anda jelaskan apa saja yang menjadi kegunaan orang berpuasa. Pendeknya apa yang menjadi filsafat orang berpuasa? Ada sebuah nukilan riwayat dari Imam Ali yang menyebutkan tentang filsafat puasa. Katanya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9202,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[496,1],"tags":[],"class_list":["post-9201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-arsip","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9201"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9201\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14257,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9201\/revisions\/14257"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}