{"id":9500,"date":"2019-07-15T04:42:45","date_gmt":"2019-07-15T04:42:45","guid":{"rendered":"https:\/\/old.icc-jakarta.com\/?p=9500"},"modified":"2019-07-15T04:42:45","modified_gmt":"2019-07-15T04:42:45","slug":"masuknya-surga-seorang-majusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/masuknya-surga-seorang-majusi\/","title":{"rendered":"Masuknya Surga Seorang Majusi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ICC Jakarta &#8211; Hasan al-Basri memiliki seorang tetangga yang bernama Simeon, dia adalah seorang pemuja api. Suatu hari Simeon jatuh sakit dan ajalnya hampir tiba. Sahabat-sahabat meminta Hasan untuk bersedia menjenguknya. Akhirnya Hasan datang ke kediaman Simeon, dan dia mendapatkannya tengah terbaring di tempat tidur. Hasan melihat tubuh Simeon telah menghitam karena api dan asap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTakutlah engkau terhadap Allah,\u201d ujar Hasan menasihatinya. \u201cEngkau telah menghabiskan seluruh hidupmu di tengah api dan asap. Terimalah Islam, semoga Allah mengampunimu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAda tiga hal yang menahanku untuk menjadi seorang Muslim,\u201d jawab pemuja api itu. \u201cYang pertama adalah, bahwa engkau berbicara buruk tentang dunia, namun siang dan malam engkau mengejar-ngejar hal-hal duniawi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKedua, engkau mengatakan bahwa kematian adalah kenyataan yang harus dihadapi, namun engkau tidak melakukan persiapan untuk kematian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYang ketiga, engkau mengatakan bahwa wajah Tuhan akan terlihat, namun hari ini engkau melakukan segala sesuatu yang bertentangan dengan keridhoan-Nya,\u201d kata Simeon melanjutkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni adalah bukti dari mereka yang benar-benar mengetahui,\u201d jawab Hasan. \u201cSekarang, jika seorang Muslim bertindak seperti yang engkau gambarkan, apa yang akan engkau katakan? Mereka mengakui keesaan Allah; padahal engkau telah menghabiskan hidupmu dalam penyembahan api.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cEngkau yang telah menyembah api selama tujuh puluh tahun, dan aku yang tidak pernah menyembah api \u2014 katakanlah kita berdua akan masuk Neraka. Neraka akan membakar baik engkau maupun aku. Allah tidak akan mempedulikanmu; tetapi jika Allah menghendaki, api tidak akan berani membakar satu helai rambutpun dari tubuhku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKarena api adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah; dan makhluk itu tunduk pada perintah Pencipta. Baiklah sekarang, engkau yang telah menyembah api selama tujuh puluh tahun; mari kita berdua meletakkan tangan ke dalam api, maka engkau akan melihat dengan mata kepala sendiri ketidakberdayaan api dan kemahakuasaan Allah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah berkata demikian Hasan memasukkan tangannya ke dalam api dan mendiamkannya di sana. Setelah beberapa lama, tidak ada satu bagianpun dari tangannya yang terbakar. Ketika Simeon menyaksikannya, dia terkaget-kaget.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSelama tujuh puluh tahun aku telah menyembah api,\u201d erangnya. \u201cSekarang hanya satu atau dua nafas yang tersisa untukku. Apa yang harus aku lakukan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadilah seorang Muslim,\u201d jawab Hasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJika engkau mau memberiku surat keterangan tertulis bahwa Allah tidak akan menghukumku, maka aku akan memeluk Islam. Tetapi sampai aku belum memiliki surat keterangan tertulis itu, aku tidak akan memeluk Islam,\u201d kata Simeon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasan menyetujuinya dan dia menuliskan surat itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSekarang aku meminta dihadirkan saksi-saksi dari Basra untuk mengesahkan surat ini,\u201d kata Simeon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah para saksi tiba, mereka mengesahkan dokumen itu. Tak lama kemudian Simeon berurai air mata dan dia menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Muslim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia kemudian menyampaikan wasiat terakhirnya kepada Hasan, \u201cKetika aku mati, mintalah mereka memandikanku, kemudian aku ingin engkau sendiri yang meletakkan tubuhku ke dalam bumi dengan tanganmu sendiri, dan selipkan surat ini di tanganku. Surat ini akan menjadi bukti bahwa aku seorang Muslim.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah berwasiat kepada Hasan, Simeon bersyahadat dan menghembuskan nafas terakhirnya. Mereka lalu memandikan dan men-salat-kan jenazahnya, dan menguburkannya dengan surat yang diselipkan di tangannya. Malam itu, sebelum tidur Hasan merenungkan apa yang telah dilakukannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagaimana aku bisa membantu orang yang akan mati, sedangkan aku sendiri akan mati? Aku sendiri tidak dapat menentukan nasibku, mengapa aku memberanikan diri untuk memastikan bagaimana seharusnya Allah bertindak?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pemikiran ini dia tertidur. Di dalam mimpi dia melihat Simeon yang bercahaya seperti pelita; di atas kepalanya terdapat sebuah mahkota, dia mengenakan jubah yang indah dan berjalan sambil tersenyum di taman Firdaus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagaimana kabarmu Simeon?\u201d tanya Hasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMengapa engkau bertanya? Engkau dapat melihatnya sendiri,\u201d jawab Simeon. \u201cAllah yang Mahakuasa atas karunia-Nya membawaku di dekat hadirat-Nya dan dengan keramahan menunjukkan wajah-Nya kepadaku. Nikmat yang Dia berikan kepadaku melampaui semua penggambaran. Engkau telah memberiku surat; sekarang ambillah suratmu. Aku tidak membutuhkannya lagi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Hasan terbangun, dia melihat surat itu ada di tangannya. \u201cYa Allah!\u201d serunya, \u201cAku tahu benar apa yang Engkau lakukan tidak membutuhkan alasan, kecuali hanya karena kasih-Mu. Siapakah yang akan menderita kerugian di hadapan pintu-Mu?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cEngkau telah mengizinkan seseorang yang menyembah api selama tujuh puluh tahun untuk berada di dekat-Mu, semata-mata hanya karena satu kalimat. Lalu bagaimana mungkin Engkau akan menolak orang yang beriman selama tujuh puluh tahun?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dikutip dari Kitab Tadhkirat al-Auliya\u2019 karya Farid al-Din Attar (Omphaloskepsis: Iowa, 2000), hlm 7-9.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sumber Islam Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Hasan al-Basri memiliki seorang tetangga yang bernama Simeon, dia adalah seorang pemuja api. Suatu hari Simeon jatuh sakit dan ajalnya hampir tiba. Sahabat-sahabat meminta Hasan untuk bersedia menjenguknya. Akhirnya Hasan datang ke kediaman Simeon, dan dia mendapatkannya tengah terbaring di tempat tidur. Hasan melihat tubuh Simeon telah menghitam karena api dan asap. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9501,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[70],"tags":[295,306,324,371],"class_list":["post-9500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-irfan","tag-majusi","tag-masuk-islam","tag-mualaf","tag-penyembah-api"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9500"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9500\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/restoration\/v2r5\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}