ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
  • Submission
ICC Jakarta
No Result
View All Result
Home Maarif Islam Al-Quran

Al Mutawaffa dalam Kisah Nabi Isa

by admin
February 22, 2023
in Al-Quran, Alquran
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

ICC Jakarta – kesalahan sebagian penerjemah dalam menerjamahkan ayat Al-Qur’an dalam menerjemahkan kata “mutawaffiika” dengan arti “mematikanmu” memunculkan banyak pertanyaan. Meskipun banyak juga yang menerjemahkan ayat di atas dengan terjemahan yang tidak bertentangan dengan tetap hidupnya Nabi Isa As. Misalnya ayat itu diterjemahkan: “Dan ingatlah ketika Allah Swt berkata kepada Nabi Isa As: “Aku akan mengambilmu (dari dunia dan dari antara orang-orang yang ada di sekitarmu) dan mengangkatmu ke sisi-Ku.”.”

Harus difahami bahwa kata “tawaffa” berasal dari kata “wafa” yang memiliki berbagai arti, yang di antaranya adalah: “mati”, “mengambil”, “menyempurnakan”, dan lain sebagainya.[1] Menepati janji juga adalah salah satu arti kata “wafa”, karena orang itu menyempurnakan apa yang dijanjikannya. Begitu juga ketika seseorang telah mengambil seluruh uang dari seseorang yang telah berhutang kepadanya, dalam bahasa Arab dikatakan: “tawaffa dainahu” atau “ia telah mengambil uang yang dihutangkannya.”

Majma’ al-Bahrain, salah satu kitab bahasa, dalam menjelaskan ayat di atas menyebutkan: “Artinya maksud ayat itu adalah: “Aku akan mengamankanmu dari gangguan orang-orang kafir dan mencegahmu disalib oleh mereka, dan mengakhirkan ajalmu yang telah Kutetapkan.”[2]

Oleh itu, meskipun memang kata “tawaffa” juga berarti kematian sebagaimana dalam beberapa ayat,[3] namun bukan berarti kata itu selalu berarti demikian. Misalnya Allah Swt befirman: “Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (Qs. Al-An’am [6]:60)

Dengan pasti dapat kami katakan bahwa maksud dari “yatawaffakum” di ayat itu bukan berarti “mematikan kalian”, namun berarti “menidurkan kalian” di malam hari yang mana hal itu terus berulang tiap hari.

Dengan demikian, ayat di atas tidak bisa disalah artikan dengan kematian Nabi Isa As. Lalu apa sebenarnya yang terjadi pada beliau? Pembahasan ini cukup menarik. Silahkan perhatikan beberapa penjelasan berikut ini:

1. Orang-orang Kristen berkeyakinan bahwa beliau disalib dan dibunuh oleh musuh-musuhnya. Namun Al-Qur’an menentang keyakinan itu dengan tegas. Allah Swt berfirman: “padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.” (Qs. Al-Nisa’ [4]:157)

2. Al-Qur’an meskipun dengan tegas mengingkari kematian Nabi Isa As, namun tak satupun ayat Al-Qur’an menjelaskan bahwa Nabi Isa As tidak “mati” dengan “cara” lain dan hidup hingga saat ini.

3. Ayat-ayat seperti ayat 55 surah Ali-Imran dan juga ayat 117 surah Al-Ma’idah, yang meskipun ayat-ayat itu tidak menunjukkan secara pasti bahwa Nabi Isa As telah wafat, namun secara tersirat juga menjelaskan bahwa bentuk interaksi beliau dengan dunia kini jauh berbeda dengan saat beliau benar-benar hidup waktu itu.

4. Banyak sekali riwayat dalam kitab-kitab Sunni dan Syiah yang menjelaskan bahwa Nabi Isa As masih hidup. Jadi meskipun tidak ada ayat Qur’an yang menegaskan secara jelas bahwa beliau hidup, namun banyak sekali riwayat yang menjelaskan hal itu. Misalnya, simak beberapa riwayat di bawah ini:

4.1. Rasulullah Saw berkata kepada orang-orang Yahudi: “Sesungguhya Nabi Isa As tidak mati, tapi ia bakal kembali lagi kepada kalian di hari kiamat nanti.”[4]

4.2. Rasulullah Saw bersabda: “…dan Mahdi dari keturunanku. Saat ia datang nanti, Nabi Isa As akan hadir bersamanya dan salat di belakangnya.”[5]

5. Jika seandainya pun kita tidak meyakini adanya makna lain selain “kematian” bagi kata “tawaffa” di ayat itu, yang mana jika demikian kita meyakini bahwa Nabi Isa As telah mati, namun bukan berarti tidak ada kemungkinan ia kini tidak hidup. Karena bisa jadi setelah beliau mati ia dihidupkan kembali hingga hari kiamat nanti. Karena berdasarkan sebagian ayat-ayat Al-Qur’an dapat difahami bahwa ada sebagian orang yang hidup setelah mati selama seratus tahun.[6] Karena itu, boleh jadi kejadian itu terjadi pula pada Nabi Isa As.

[1]. Ibnu Manzhur, Lisân al-‘Arab, jil. 15, hal. 398, cet. pertama, penerbit Adab, Hauzah, Qum, 1405 H.

[2]. Majma’ Al-Bahrain, jil. 1, hal. 444, klasul “wafa”, Ketabforushi Morteza, Teheran, 1375, S.

[3]. (Qs. Al-Nisa’ [4] : 97); (Qs. Muhammad [47] : 27); (Qs. Yunus [10] : 46); (Qs. Sajdah [32] : 11).

[4]. Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’ân al-‘Azhim, jil. 4, hal. 1110, Hadits 6232, Maktabah Nizar al-Musthaf al- Bariz, Saudi Arabia, 1419 H.

[5]. Syaikh Shaduq, Al-Âmâli, jil. 1, hal. 218, Ketabkhane e Eslami, Teheran, 1362 H.S.

[6]. “Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali.” (Qs. Al-Baqarah [2]:259)

admin

admin

Related Posts

PERBEDAAN ANTARA MUKJIZAT DAN INOVASI ILMIAH
Alquran

PERBEDAAN ANTARA MUKJIZAT DAN INOVASI ILMIAH

September 29, 2025

Apa Itu Mukjizat? Nabi-nabi mana pun–adalah pembawa risalah (pesan) yang ingin dia sampaikan ke dalam hati dan pikiran manusia, untuk...

METODE ALQURAN DALAM MEMBUKTIKAN KEBANGKITAN (SETELAH MATI)
Alquran

METODE ALQURAN DALAM MEMBUKTIKAN KEBANGKITAN (SETELAH MATI)

September 24, 2025

Oleh: Syekh Muhammad Amin Zainuddin Metode Alquran dalam berargumentasi untuk akidah ini adalah metode yang sama yang digunakannya dalam setiap...

BAGAIMANA CARA AYAT-AYAT ALQURAN DITURUNKAN?
Alquran

BAGAIMANA CARA AYAT-AYAT ALQURAN DITURUNKAN?

September 23, 2025

Oleh: Sayid Husain Husain Thabathaba’i Tanggapan terhadap Syubhat (Keraguan): Ayat-ayat Aquran dan surah-surahnya tidak diturunkan sekaligus. Selain fakta sejarah yang...

ULIL AMRI DALAM ALQURAN
Alquran

ULIL AMRI DALAM ALQURAN

September 23, 2025

Oleh: Syekh Ibrahim Amini Masalah “Ulil Amri” atau “pemilik kekuasaan” menjadi sangat penting di kalangan para sahabat, mungkin karena ayat...

PANDANGAN ALQURAN DALAM BERINTERAKSI DENGAN SELAINNYA
Alquran

PANDANGAN ALQURAN DALAM BERINTERAKSI DENGAN SELAINNYA

September 23, 2025

Oleh: Syekh Nimir Baqir al-Nimr Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah Tuhan semesta...

SUNAH PERGANTIAN (TADAWUL) SEBAGAI SALAH SATU SUNAH PERKEMBANGAN SOSIAL DALAM ALQURAN
Al-Quran

SUNAH PERGANTIAN (TADAWUL) SEBAGAI SALAH SATU SUNAH PERKEMBANGAN SOSIAL DALAM ALQURAN

September 23, 2025

Oleh: Syekh Muhsin Araki Sunah pergantian berarti Allah Swt menggantikan umat yang gagal dalam ujian kelayakan untuk kekhalifahan Ilahi yang...

Popular

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

1 year ago
ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

1 year ago
Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

1 year ago
ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

1 year ago
ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?