ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
  • Submission
ICC Jakarta
No Result
View All Result
Home Maarif Islam Ahlulbait

Idul Ghadir: Penentuan Kaidah Tatanan Pemerintahan dalam Islam

by admin
August 28, 2018
in Ahlulbait
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

ICC Jakarta – Imam Khamenei menilai pesan utama peristiwa Ghadir adalah masalah imamah (kepemimpinan) sebagai kaidah pemerintahan dalam Islam. Perkara yang sangat penting yang terwujud dalam peristiwa Ghadir adalah penentuan kaidah dan tatanan pemerintahan dalam Islam dan kaidah tersebut adalah imamah dan wilayah di tengah masyarakat Muslim.

Ayatullah Khamenei mengutip surat al-Maidah ayat 3 yang berbunyi, “… pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu…” dan berkata, “Lalu adakah perkara baru yang datang pada hari itu sehingga musuh berputus asa? Seberapa pentingkah hukum-hukum yang disebutkan pada awal surat al-Maidah? Penggalan tersebut tidak berbicara tentang shalat, bukan tentang zakat, bukan tentang jihad, dan juga sama sekali tidak berbicara tentang hukum-hukum furu’uddin.‘… Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu…’ adalah berbicara tentang perkara lain selain tentang hukum-hukum furu’uddin. Lalu perkara apa itu? Ia adalah masalah kepemimpinan umat, masalah pemerintahan Islam dan kepemimpinan di tengah masyarakat Muslim.

Pada hari Ghadir Allah Swt mewahyukan kepada Rasul-Nya, “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya…” (Surat al-Maidah ayat 67). Setelah turunnya ayat ini, Rasulullah Saw yang sedang kembali dari haji bersama sejumlah masyarakat Muslim dan para sahabat, memerintahkan rombongan untuk berhenti dan menyampaikan khutbah tentang pengangkatan Imam Ali as sebagai pemimpin kaum Muslim setelah beliau.

Rasul Saw kemudian mengangkat tangan Ali as dan memperkenalkan dia sebagai penggantinya. Setelah peristiwa penting ini, malaikat turun dan menyampaikan kabar gembira kepada Rasulullah Saw, “… pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…”(Surat al-Maidah ayat 3)

Pada kesempatan itu, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa peristiwa Ghadir adalah peletak dasar-dasar pemerintahan di tengah masyarakat Muslim dan menunjukkan bahwa Islam tidak menerima model pemerintahan monarki, otoriter, dan aristokrasi. Model pemerintahan yang digariskan Islam adalah imamah dan wilayah.

Berdasarkan pemikiran Syiah, model pemerintahan yang diperkenalkan Rasul Saw atas perintah Allah Swt untuk era setelah beliau adalah wilayah dan imamah. Kepemimpinan kaum Muslim akan dipegang oleh imam maksum pada masa kehadiran mereka di tengah umat dan ketika memasuki periode keghaiban, tugas mengatur masyarakat akan dipikul oleh seorang fakih atau ulama, yang memenuhi syarat-syarat tertentu termasuk menguasai peta politik, berlaku adil, dan punya kemampuan manajemen.

Dalam pemerintahan model ini, penguasa yang hakiki adalah Allah Swt, sementara imam atau wali fakih hanya pelaksana perintah Tuhan dan mereka tidak bisa memerintah berdasarkan selera pribadinya. Oleh karena itu, tidak ada perbedaan antara model pemerintahan pada masa imam maksum dan masa wali fakih di zaman ghaibah. Akan tetapi, tata kelolah pemerintahan dan cara membimbing masyarakat pada masa maksum benar-benar ideal. (Ceramah Imam Ali Khamenei bertepatan dengan perayaan hari raya Ghadir Khum di Tehran pada 20 September 2016 di Huseiniyah Imam Khomeini )

Tags: slide
admin

admin

Related Posts

DAMPAK KEBERADAAN AHLULBAIT (ITRAH) AS DALAM KELANGSUNGAN ISLAM
Ahlulbait

DAMPAK KEBERADAAN AHLULBAIT (ITRAH) AS DALAM KELANGSUNGAN ISLAM

October 10, 2025

Oleh: Sayid Ja’far Murtadha Amili Penelitian ini disampaikan di Balai al-Assad di Damaskus dalam sebuah konferensi tentang “Ahlulbait (alaihimus-salam)” yang...

APA MAKNA SALAWAT KEPADA NABI SAW? DAN BAGAIMANA KITA MEMAHAMI SALAWAT KITA DAN SALAWAT ALLAH KEPADANYA?
Ahlulbait

APA MAKNA SALAWAT KEPADA NABI SAW? DAN BAGAIMANA KITA MEMAHAMI SALAWAT KITA DAN SALAWAT ALLAH KEPADANYA?

October 6, 2025

Oleh: Ustaz Haidar Habballah   Teks Syubhat (Keraguan/Pertanyaan): Apa yang dimaksud dengan salawat kepada Nabi? Apakah itu benar-benar hanya mengatakan:...

RAHASIA-RAHASIA DAN DAMPAK-DAMPAK POSITIF BERSALAWAT KEPADA MUHAMMAD DAN KELUARGA MUHAMMAD
Ahlulbait

RAHASIA-RAHASIA DAN DAMPAK-DAMPAK POSITIF BERSALAWAT KEPADA MUHAMMAD DAN KELUARGA MUHAMMAD

October 6, 2025

Oleh: Dr. Akram Jalal (اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ و آلِ مُحَمَّدٍ) “Ya Allah! Berikanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”...

HAKIKAT MUHAMMADIYAH DAN KEDUDUKAN NABI SERTA PARA IMAM YANG MAKSUM AS
Ahlulbait

HAKIKAT MUHAMMADIYAH DAN KEDUDUKAN NABI SERTA PARA IMAM YANG MAKSUM AS

October 6, 2025

Oleh: Dr. Akram Jalal Allah, Yang Mahaagung keagungan-Nya dan tersucikanlah Nama-nama-Nya, adalah Yang Maha Mengumpulkan semua kesempurnaan dan Yang Mahasuci...

RIWAYAT MENGENAI ADANYA ASPEK SAHW (LUPA/KELIRU) PARA IMAM AS MENDUSTAKAN KLAIM KEMAKSUMAN MEREKA
Ahlulbait

RIWAYAT MENGENAI ADANYA ASPEK SAHW (LUPA/KELIRU) PARA IMAM AS MENDUSTAKAN KLAIM KEMAKSUMAN MEREKA

October 2, 2025

Oleh: Sayid Ja’far Murtadha Amili   Teks Syubhah (Kecurigaan/Kerancuan): Kaum Syiah mengklaim kemaksuman para Imam mereka–sebagaimana diketahui–dan ini sangat menyulitkan...

DARI MANAKAH SUMBER ILMU PARA IMAM AHLULBAIT AS?
Ahlulbait

DARI MANAKAH SUMBER ILMU PARA IMAM AHLULBAIT AS?

October 1, 2025

Oleh: Syekh Ja’far Subhani Teks Syubhat (Kerancuan): Kaum Syi’ah bergantung pada apa yang datang melalui Imam-imam Ahlulbait as—sebagaimana yang mereka...

Popular

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

1 year ago
ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

1 year ago
Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

1 year ago
ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

1 year ago
ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?