ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
  • Submission
ICC Jakarta
No Result
View All Result
Home Maarif Islam

Keseimbangan kehidupan di dunia dan di akherat

by admin
February 17, 2017
in Maarif Islam, Opini
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

ICC Jakarta – Islam selain mengajak manusia supaya memberi perhatian besar pada spritual dan akhirat, namun juga harus memperhatikan nasib di dunia. Dengan ungkapan lain, Islam tidak menafikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Menurut agama Islam, kebahagiaan dunia dan akhirat tidaklah bertentangan, sehingga keduanya harus seimbang. Al-Quran dalam surat Qishash ayat 77 menyebutkan,

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari kenikmatan duniawi…” Imam Jafar Shadiq as, salah satu cucu Rasulullah Saw, juga berkata, “Jika seseorang meninggalkan dunia untuk akherat dan melupakan akherat untuk dunia, maka ia bukanlah dari golonganku.”

Salah satu problema utama dunia saat ini adalah sikap berlebihan (ekstrim kanan dan kiri) dalam hubungan antarmanusia. Saat ini, hubungan seks bebas di Barat menimbulkan gelombang kekhawatiran luar biasa bagi para cendekiawan dan pemikir. Di masa lalu, hubungan seks antara laki-laki dan perempuan di Barat disikapi secara ekstrim kiri. Para penguasa gereja saat itu menilai hubungn seks antara laki-laki dan perempuan sebagai hal yang tabu dan perbuatan setan. Untuk itu, para pendeta tidak diperbolehkan menikah. Namun Islam mempunyai pandangan netral dalam hal ini. Islam menilai hubungan seks sebagai naluri alam pada diri manusia yang sangat dibutuhkan untuk menyambung generasi selanjutnya. Namun hubungan ini harus dikontrol dan diatur dalam bentuk pernikahan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan di tengah masyarakat. Berlandaskan hal ini, Rasulullah Saw menyebut pernikahan sebagai sunah Rasulullah Saw dan senantiasa mendorong ummatnya untuk menikah sehingga tidak berimbas negatif pada tatanan sosial.

Salah satu masalah penting lainnya dalam sejarah manusia adalah perang dan konflik antarkelompok dan etnis. Sejumlah ideologi dan aliran filsafat menjustifikasi perang dan kekuasaan dalam kerangka analisa panjang. Pada saat yang sama, Nazisme, Zionisme dan Imprealisme telah melahirkan sederet tragedi kemanusiaan. Ada juga sejumlah agama yang menjadi pendukung perdamaian dan kasih sayang, bahkan tetap mendorong bersikap lembut di hadapan para penindas. Namun agama Islam sebagai agama tengah dan netral, mengajak manusia menyelesaikan berbagai masalah dengan cara damai.

Dalam al-Quran disebutkan bahwa semua agama ilahi mengajak perdamaian dan kemufakatan pada sisi-sisi yang sama. Meski demikian, Islam tidak dapat menerima kezaliman dan penindasan dan mengajak ummatnya untuk menghadapi segala bentuk penindasan dan kezaliman. Kalaupun harus berperang, Islam pun menentukan batasan-batasan sehingga dapat menekan perluasan konfrontasi. Dengan demikian, Islam tetap menghendaki keseimbangan dan netralitas meski dalam keadaan perang. Al-Quran dalam surat al-Baqarah, ayat 194 menyebutkan, “Bulan haram dengan bulan haram dan pada sesuatu yang harus dihormati berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu, barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu, Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.“

Meski Islam pada prinsipnya merupakan agama yang rasional dan adil, tapi agama ini di Barat berupaya dikesankan setara dengan radikalisme. Hampir setiap hari, Barat dalam berbagai propagandanya berusaha mengesankan wajah ummat Islam yang radikal dan fanatis. Bahkan mereka mencontohkan kelompok-kelompok radikal Islam seperti al-Qaeda yang menggambarkan keangkeran agama Islam. Padahal kelompok-kelompok itu baik secara langsung maupun tidak langsung, merupakan buatan kekuatan-kekuatan Barat dan mendapat dukungan dari mereka. Selain itu, tindakan irasional sekelompok muslim tidak dapat dijadikan alasan menyebut Islam sebagai agama radikal. Tak diragukan lagi, fakta yang sebenarnya dapat digali dari sumber atau ajaran agama itu sendiri, bukan perilaku oknum.

Pada intinya, Islam berpandangan bahwa jalan kebahagiaan dan hidayah tidak dapat ditempuh manusia tanpa bersikap adil. Sebab, ketidakadilan dan ketidakseimbangan menyebabkan manusia keluar dari jalur utama. Umat tengah seperti yang disinggung al-Quran dapat terealisasi dengan sikap seimbang dan lembut. Sejarah menunjukkan bahwa umat Islam dapat mencapai peradaban yang cemerlang di saat ada keseimbangan antara teori dan praktik. Jika ummat Islam sadar dan jauh dari radikalisme, peradaban Islam akan mencapai titik kecemerlangan.[]

Tags: agamaakhertaduniaIslamkehidupankeseimbanganslide
admin

admin

Related Posts

KHUMUS (SEPERLIMA BAGIAN) ANTARA POLITIK DAN LEGISLASI (HUKUM)
Fikih

KHUMUS (SEPERLIMA BAGIAN) ANTARA POLITIK DAN LEGISLASI (HUKUM)

October 13, 2025

Oleh: Sayid Ja’far Murtadha Amili Khumus Saya telah menjanjikan kepada pembaca yang mulia untuk menyampaikan beberapa penjelasan mengenai penetapan hukum...

DAMPAK KEBERADAAN AHLULBAIT (ITRAH) AS DALAM KELANGSUNGAN ISLAM
Ahlulbait

DAMPAK KEBERADAAN AHLULBAIT (ITRAH) AS DALAM KELANGSUNGAN ISLAM

October 10, 2025

Oleh: Sayid Ja’far Murtadha Amili Penelitian ini disampaikan di Balai al-Assad di Damaskus dalam sebuah konferensi tentang “Ahlulbait (alaihimus-salam)” yang...

PANDANGAN FIKIH MENGENAI PERDAMAIAN (NORMALISASI) DENGAN ZIONIS ISRAEL
Dunia Islam

PANDANGAN FIKIH MENGENAI PERDAMAIAN (NORMALISASI) DENGAN ZIONIS ISRAEL

October 10, 2025

Oleh: Syekh Abdul Hadi Fadhli Isu perdamaian antara negara-negara Arab dan (Israel) berada di garis depan politik saat ini, terutama...

HUKUM MENYUSUI (RADHA’AH), MENYAPIH (FITHAM) DAN HAK ASUH ANAK (HADHANAH)
Fikih

HUKUM MENYUSUI (RADHA’AH), MENYAPIH (FITHAM) DAN HAK ASUH ANAK (HADHANAH)

October 7, 2025

Oleh: Ustaz Sayid Sa’id Kazhim Udzari hafizhahullah Menyusui (Radha’ah) Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling ideal untuk anak,...

PENGARUH TIMBAL-BALIK ANTARA ALQURAN DAN HADIS MULIA
Maarif Islam

PENGARUH TIMBAL-BALIK ANTARA ALQURAN DAN HADIS MULIA

October 7, 2025

Oleh: Sayid Muhammad Ridha Jalili   Alquran  dan hadis mulia—keduanya adalah dua sumber terpenting bagi peradaban Islam yang gemilang di...

APA MAKNA SALAWAT KEPADA NABI SAW? DAN BAGAIMANA KITA MEMAHAMI SALAWAT KITA DAN SALAWAT ALLAH KEPADANYA?
Ahlulbait

APA MAKNA SALAWAT KEPADA NABI SAW? DAN BAGAIMANA KITA MEMAHAMI SALAWAT KITA DAN SALAWAT ALLAH KEPADANYA?

October 6, 2025

Oleh: Ustaz Haidar Habballah   Teks Syubhat (Keraguan/Pertanyaan): Apa yang dimaksud dengan salawat kepada Nabi? Apakah itu benar-benar hanya mengatakan:...

Popular

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

1 year ago
ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

1 year ago
Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

1 year ago
ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

1 year ago
ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?