ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
  • Submission
ICC Jakarta
No Result
View All Result
Home Khutbah Jumat

Perlunya Kenabian dalam Kehidupan

by admin
November 17, 2022
in Khutbah Jumat, Maarif Islam
0 0
Share on FacebookShare on Twitter
  1. Manusia dengan segala kecerdasannya tidak akan mengetahui secara pastibagaimana jalan menuju Allah SWT.
  2. Ketika para Nabi diutus, mereka harus membuktikan bahwa mereka adalah Nabi. Karenanya diperlukan bukti atau dalil yang menjelaskan bahwa mereka adalah Nabi, dan itu adalah yang disebut mukjizat.
  3. Nabi harus orang yang terbebas dari kesalahan untuk menerima risalah dari Allah. Karena dengannya wahyu yang suci dapat diterima untuk disampaikan kepada masyarakat. Dan itulah perlunya kemaksuman.

Pembahasan tersebut, masih menyisakan pertanyaan mengapa Allah mengutus banyak Nabi ke tengah umat manusia? Mengapa tidak dari awal saja, satu Nabi yang hidup selamanya agar membimbing manusia?

Ada beberapa dalil. Pertama, manusia hidup dengan batasan umur tertentu. Nabi yang juga adalah manusia, maka mereka pun memiliki batasan usia yang menjadikan masa kenabiannya pun terbatas pada periode tertentu.
Kedua, zaman dan tempat juga mempengaruhi tingkat penerimaan manusia akan kabar dari Nabi.
Ketiga, zaman dahulu tidak memungkinkan pesan-pesan Nabi dapat didengar oleh orang di seluruh penjuru dunia, kecuali terbatas pada wilayah-wilayah tertentu.
Keempat, sejarah manusia yang ketika nabinya meninggal, ajarannya menjadi berubah. Sebut saja contoh umat Nabi Isa yang mengajarkan tauhid, sampai sekarang ajaran itu menjadi ajaran trinitas.

Kesimpulannya, bahwa usia para nabi terbatas. Kondisi setiap zaman berbeda dan menuntut keadaan yang juga harus berbeda dan terbatas sampainya pesan Nabi, maka dapat disimpulkan bahwa perlunya diutus banyak Nabi di bumi ini sepanjang zaman ini.

Kita tahu bahwa jumlah Nabi itu banyak, tetapi tidak bisa kita temukan berapa jumlah pasti Nabi yang telah diutus. Karena di Alquran hanya disebut 25 nama. Maka melalui riwayatlah kita dapat mengetahuinya. Riwayatlah yang akan menceritakan berapa jumlah Nabi yang pernah di utus. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi yang telah diutus sejumlah 124.000 ke tengah manusia di sepanjang zaman dari Nabi pertama Nabi Adam, dan Nabi terakhir adalah Muhammad Saw.

Di antara para Nabi, terbagi dua kelompok. Ulul Azmi dan yang bukan Ulul Azmi. Dalam Alquran disebutkan tanda-tanda Nabi yang berbeda, tetapi tidak disebut sebagai Ulul Azmi. Melalui riwayat, kita dapat mengetahui dan menyebutkan para Nabi Ulul Azmi. Riwayat menyebutkan Nabi Ulul Azmi adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad.

Ulul Azmi, adalah Nabi yang memiliki kelebihan yaitu karena paling besar kesabarannya dan Nabi yang membawa syariat untuk zamannya. Syariat yang diajarkan di setiap periode akan disempurnakan oleh Nabi Ulul Azmi setelahnya. Semua Nabi yang sezaman, akan mengikuti syariat dari nabi Ulul Azmi.

Kita bisa menyimpulkan bahwa dalam satu zaman bisa jadi ada lebih dari satu Nabi, tetapi tidak mungkin dalam satu zaman adalah lebih dari satu Nabi Ulul Azmi. Seperti di zaman Nabi Musa ada Nabi Harun, Nabi Ibrahim dan Nabi Luth, Nabi Yahya dan Nabi Isa, dst.

Ada riwayat bahkan menyebutkan bahwa ada satu kaum yang sehari-harinya memburu dan membunuh para nabi. Bahkan sehari mereka membunuh sekitar 70 Nabi. Ini menunjukkan bahwa nabi yang hidup sezaman, ada banyak.

Berdasarkan ayat suci Alquran, para nabi akan saling melengkapi dan mengabarkan bahwa akan ada Nabi setelah mereka. Kedua, tidak ada Nabi yang menyampaikan ajaran dan meminta imbalan atas jerih payah yang dilakukannya, kecuali Nabi Muhammad.

Dalam ayat “Qul la asalukum alaihi ajron, illal mawaddatan fi qurba…”, yang berarti “katakanlah (wahai Rasul) aku tidak meminta sedikitpun upah dari kalian, kecuali kecintaan kalian ataa keluargaku.” Atas seizin Allah Nabi Muhammad meminta imbalan ini dari umatnya. Keuntungan dari imbalan tersebut, bahkan kembali lagi kepada umatnya.

Status para Nabi yang berbeda, misal selain menyampaikan risalah ia juga mengemban pemerintahan seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, namun ada juga yang berdakwah bahkan selama 25 tahun namun tidak diterima oleh umatnya atau sedikit sekali pengikutnya seperti Nabi Nuh as.

Pelajaran yang juga bisa kita ambil dari status kenabian ini adalah, jika kita melihat kehidupan seseorang yang kehidupannya selalu dalam kesulitan, bukan berarti dia melalui hidupnya dipenuhi dengan sebuah kedzaliman/ keburukan. Dan sebaliknya, ketika hidupnya dalam kenyamanan dan kesenangan, juga jangan kita anggap bahwa mereka hidup dengan kebaikan selama hidupnya.

Karena dalam sejarah, kita menyaksikan bahwa tidak selalu begitu. Bahkan banyak orang zalim, hidup dalam kondisi nyaman dan kesenangan. Sebaliknya, para Nabi yang mulia bahkan sebagian hidup dalam keadaan yang sulit dan menderita.

admin

admin

Related Posts

KHUMUS (SEPERLIMA BAGIAN) ANTARA POLITIK DAN LEGISLASI (HUKUM)
Fikih

KHUMUS (SEPERLIMA BAGIAN) ANTARA POLITIK DAN LEGISLASI (HUKUM)

October 13, 2025

Oleh: Sayid Ja’far Murtadha Amili Khumus Saya telah menjanjikan kepada pembaca yang mulia untuk menyampaikan beberapa penjelasan mengenai penetapan hukum...

DAMPAK KEBERADAAN AHLULBAIT (ITRAH) AS DALAM KELANGSUNGAN ISLAM
Ahlulbait

DAMPAK KEBERADAAN AHLULBAIT (ITRAH) AS DALAM KELANGSUNGAN ISLAM

October 10, 2025

Oleh: Sayid Ja’far Murtadha Amili Penelitian ini disampaikan di Balai al-Assad di Damaskus dalam sebuah konferensi tentang “Ahlulbait (alaihimus-salam)” yang...

PANDANGAN FIKIH MENGENAI PERDAMAIAN (NORMALISASI) DENGAN ZIONIS ISRAEL
Dunia Islam

PANDANGAN FIKIH MENGENAI PERDAMAIAN (NORMALISASI) DENGAN ZIONIS ISRAEL

October 10, 2025

Oleh: Syekh Abdul Hadi Fadhli Isu perdamaian antara negara-negara Arab dan (Israel) berada di garis depan politik saat ini, terutama...

HUKUM MENYUSUI (RADHA’AH), MENYAPIH (FITHAM) DAN HAK ASUH ANAK (HADHANAH)
Fikih

HUKUM MENYUSUI (RADHA’AH), MENYAPIH (FITHAM) DAN HAK ASUH ANAK (HADHANAH)

October 7, 2025

Oleh: Ustaz Sayid Sa’id Kazhim Udzari hafizhahullah Menyusui (Radha’ah) Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling ideal untuk anak,...

PENGARUH TIMBAL-BALIK ANTARA ALQURAN DAN HADIS MULIA
Maarif Islam

PENGARUH TIMBAL-BALIK ANTARA ALQURAN DAN HADIS MULIA

October 7, 2025

Oleh: Sayid Muhammad Ridha Jalili   Alquran  dan hadis mulia—keduanya adalah dua sumber terpenting bagi peradaban Islam yang gemilang di...

APA MAKNA SALAWAT KEPADA NABI SAW? DAN BAGAIMANA KITA MEMAHAMI SALAWAT KITA DAN SALAWAT ALLAH KEPADANYA?
Ahlulbait

APA MAKNA SALAWAT KEPADA NABI SAW? DAN BAGAIMANA KITA MEMAHAMI SALAWAT KITA DAN SALAWAT ALLAH KEPADANYA?

October 6, 2025

Oleh: Ustaz Haidar Habballah   Teks Syubhat (Keraguan/Pertanyaan): Apa yang dimaksud dengan salawat kepada Nabi? Apakah itu benar-benar hanya mengatakan:...

Popular

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

1 year ago
ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

1 year ago
Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

1 year ago
ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

1 year ago
ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?